Diposkan pada Catatan Hati

Nikah dengan budget dibawah 20 juta? Bisaaa :) bisa banget malah

Bismillahirrohmanirrohiim

Assalamu’alaykum wr.wb

Halo semuanya, kemarin saya udah janji mau ngasih tips gimana caranya nikah dengan low budget, kira-kira dibawah 20 juta lah yaaa, jaman sekarang emang bener-bener diakui menikah itu gak semudah jaman dulu yang misalnya akad aja udah kelar, apalagi dengan dalih menikah itu sekali seumur hidup, mau dibuat berkesan dan tak terlupakan. Hal itu sah-sah saja dan memang hak semua orang, namun keadaan masing-masing orang berbeda antara satu dengan yang lainnya, dan jodoh yang ditemui pun dengan keadaan yang berbeda pula.

Untuk teman-teman yang terlahir di keluarga orang berada alias diatas rata-rata, alhamdulillah diberi kenikmatan yang lebih oleh Allah apalagi jika jodohnya dengan kelas yang sama, begitupula dengan teman-teman yang sudah bersusah payah mengumpulkan dana dari jauh-jauh hari dan sudah mencapai target, alhamdulillah sujud syukur, pernikahan impiannya akan segera tercapai. Namun bagaimana dengan teman-teman yang sudah mantap ingin menikah dan menjadi jalan yang akan diambil namun terbentur dengan biaya? harusnya mengurungkan niatnya? ataukah menunggu sampai mapan? ataukah harus bagaimana?

541011-meme-seputar-nikah
sumber : brilio.net

Hehe, meme diatas bener juga yaa, kalo misalnya nunggu mapan dulu, nikah bisa 16 tahun lagi, tapi itu belum tanpa makan, pulsa, bensin, dll. Mau nikah 16 tahun lagi? apalagi kalo udah ketemu ama seseorang yang sreg, hehe. Don’t worry be happy, nikah itu gak harus mahal kok, yang penting khidmatnya apalagi saat akad, karena disitulah kuncinya, pengucapan janji suci dilontarkan, dan berubahnya segala hukum ketentuan, dari yang Surganya di orangtua menjadi ke suami, dari yang cuma menanggung diri sendiri, menjadi kepala keluarga yang akan bertanggungjawab untuk menanggung segala perkara yang ada dikeluarga tersebut. Pokoknya pada saat akad-lah semuanya berubah dan pada saat itu pula malaikat turun ikut serta mendoakan.

Terus gimana caranya? apa aja tipsnya? okelah yuk kita kupas :

  1. Pernikahan tidak diadakan oleh satu Wedding Organizer melainkan dengan berbagai sumber, tapi harus diurus secara pribadi/dengan keluarga, kalo pake calo ya sama aja, hehe
  2. Carilah tempat yang strategis dan hemat biaya, hehe. Kalau dirumah mempelai wanita memungkinkan sebaiknya dirumah saja, tapi kalau tidak memungkinkan bisa menyewa tempat yang murah meriah tanpa harus mahal
  3. Waktu akad dan resepsi tidak lebih dari 1 hari, melainkan hanya beberapa jam saja, apalagi kalau pernikahannya bukan dirumah
  4. Baju atau kostum pernikahan didapatkan dari tempat berbeda dengan harga terjangkau, kalau yang ini memang harus banyak-banyak survey, tapi kalau kasus saya, karena ada kenalan keluarga jadinya bisa pakai harga keluarga
  5. Konsumsi acara juga dari tempat catering yang berbeda namun dijamin kualitas dan harganya, kalau hanya disatu Wedding Organizer biasanya harganya lebih mahal dari yang terpisah
  6. Untuk undangan, jaman teknologi sekarang ini memudahkan banget, undangannya bisa dikirim via online, kecuali untuk orang-orang tertentu saja, jadi cetak undangannya tidak harus banyak dan mahal
  7. Souvenir pernikahan juga tidak harus mewah tapi packaging-nya yang harus elegan, jadi tidak keliatan malu-maluin banget lah 😀
  8. Hiburan minimalis bisa dengan hanya memutarkan kaset atau lagu yang bertemakan pernikahan atau dengan menyewa organ tunggal, alias hanya main keyboard saja, kalau saya pilihannya jatuh yang kedua karena itu keinginan dari keluarga, kalau dari saya pribadi sih pengennya harus diputarkan lagu kesukaan, tapi apalah daya kalau sudah hasil rembukan keluarga, hehe
  9. Berikut saya kasih gambaran untuk biaya pernikahannya saya:
  •  KUA  = Rp. 600.000
  •  Penghulu = Rp. 500.000
  • Tempat pernikahan (Masjid+Aula) = Rp. 1.500.000
  • Baju pernikahan akad+resepsi = Rp. 300.000
  • Dekorasi aula = Rp. 500.000
  • Make up pengantin+keluarga = Rp. 500.000
  • Konsumsi = Rp. 12.000.000
  • Undangan + video pernikahan =Rp. 1.000.000
  • Fotografi = Rp. 400.000
  • Souvenir = Rp. 0 (Hadiah dari keluarga)
  • Musik (Organ tunggal) = Rp. 500.000
  • Total = Rp. 18.300.000 (belum termasuk mahar dan seserahan)

Dibawah 20 juta bisa banget kan untuk ngadain pernikahan dari akad sampe resepsi, setelah itu tenang deh, tinggal buat strategi untuk rumah dll (untuk yang belum punya rumah, kalau yang sudah alhamdulillah wa syukurillah).

DSC_9641_212
Foto resepsi dengan kostum hijau botol tgl 30 April 2016

 

 

ini foto saya ketika resepsi, jujur sangat jauh dari kata mewah tapi saya merasa sangat bahagia, apalagi saat itu masih berstatus mahasiswa, jadi gak terlalu malu-maluin banget, karena masih banyak orang yang memaklumi (ngeles).

Untuk teman-teman yang sedang memperjuangkan cintanya, semangat yaaa, bismillah ketika kita niatkan untuk kembali ke Allah, insyaAllah Ia akan memberikan jalan keluar tanpa arah yang disangka-sangka. Itu janji Allah. Tergantung bagaimana kita meyakininya, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Sekali lagi keep fighting! kamu pasti bisa. Oia untuk yang mau nanya-nanya lebih detail tentang pernikahan saya bisa DM di IG saya : @ardina_ismadie atau kirim email ke ardhinaulya@gmail.com, insyaAllah akan saya balas.

Wassalam’alaykum wr.wb.

Tunggu article selanjutnyaa yaa 😀

 

Iklan
Diposkan pada Catatan Hati

Menikah Muda? Kenapa Engga :D

Bismillahirrohmaanirrohiim

Assalamu’alaykum 🙂

Waah, saing-siang begini bahasannya ringan-ringan berat gimana gitu ya, hehe. Saat persiapan menikah dan setelah acara berlangsung, masih banyak yang tidak percaya bahwa saya memutuskan untuk menikah pada usia 22 tahun, padahal kalau zaman dulu mungkin sudah dianggap cukup umur untuk menikah, Bkkbn juga menerangkan bahwa perempuan usia 20 tahun juga sudah bisa menikah.

Iya faham, mungkin yang mereka maksud bukan dari segi umur tapi lebih ke situasi dan kondisi saya dan suami saya yang mana kami masih sama-sama dalam masa menuntut ilmu jenjang perguruan tinggi. Ketika ada bertanya kok bisa sih? kok berani sih? persiapannya gimana? emang gimana ceritanya? kan suami juga masih kuliah? haha segudang pertanyaan menghampiri dengan pertanyaan yang beda namun jawabannya adalah sama.

Menikah itu pilihan. Jawaban sederhana itu dapat membungkam pertanyaan-pertanyaan yang terlontar, ya menikah itu pilihan. Pilihan untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa, pilihan untuk siap menghadapi masa depan, pilihan menentukan teman hidup, pilihan untuk siap meninggalkan keluarga.

Mengapa saya lebih memilih menikah muda? padahal saya perempuan biasa dengan pengetahuan agama yang seadanya dan kondisi finansial secara logika juga tidak akan mengatakan bahwa saya sanggup untuk berumah tangga.

IMG_2308
Foto setelah Akad – 30 April 2016

Namun realita berbeda dengan harapan, saya pernah merasakan yang namanya pacaran, haha saya akui itu adalah masa-masa kelam tapi indah yang pernah saya lalui. Gak munafik yang namanya jatuh cinta dan bisa bersama dengan orang yang kita suka, itu adalah sebuah kebahagiaan namun menyesatkan jika belum saatnya. Saya juga pernah merasakan masa-masa labil yang hanya mementingkan keegoisan dan kesenangan dunia semata. Seiring berjalannya waktu, saya merasa ada yang aneh dan janggal dalam diri saya, ada sesuatu yang menghantui bahwa yang saya lakukan itu salah dan saya harus mengakhirinya dengan segera.

Saya menangis dan memohon ampunan Allah SWT atas apa yang telah saya lakukan, saya telah melakukan hal tidak diperintahkan, bahkan lebih ke arah melanggarnya.  Saya meminta petunjuk untuk diberikan yang terbaik dalam hidup saya terutama dalam hal pendamping hidup, doa saya yang mana itu adalah doa istikhoroh, jika memang dia baik untuk saya mohon dekatkanlah, namun jika dia tidak baik untuk saya, untuk dijauhkan dan digantikan dengan yang lebih baik, itu doa saya minta ke Allah.

Ternyata tanpa saya ketahui, suami saya juga meminta doa yang sama, karena memang hubungan kami tidak selalu baik, bahkan ada kalanya kami benar-benar saling membenci dan memutuskan untuk pergi. Namun takdir berkata lain, entah apa yang membawa kami untuk mencoba saling mengerti dan memutuskan untuk menyudahi masa lajang kami. “Sebenarnya saya dan suami memang ingin menikah saat kami menjadi lebih akrab, namun orangtua saya dan orangtua suami belum mengizinkan karena kami terlampau masih sangat belia katanya, memang umur kami masih 20 tahun” . Kami mendiskusikan bagaimana kedepannya setelah menikah dengan orang tua kami, dan orang tua kami mencoba mengerti apa yang ingin kami lakukan berdua setelah menikah nanti. Dan pada akhirnya, dititik kepasrahan yang sudah menjadi-jadi, Allah memberikan jalan keluar untuk hambanya yang senantiasanya meminta.

Allah memberikan hal yang terbaik untuk kami. Tanpa disangka, kedua orangtua kami pun setuju dengan keputusan besar ini disaat kami masih skripsi, hehe ditengah-tengah mahasiswa lain yang sibuk untuk ketemu dosen, kami malah sibuk ngurusin persiapan ini itu. Alhamdulillah banyak “Tangan Allah” yang datang dengan berbagai cara, dari sanak keluarga, kenalan dan teman-teman, akhirnya pernikahan kami berlangsung dengan khidmat secara sederhana ala ala mahasiswa, hehe maklum yang nikah anak semester akhir, lagi banyak-banyaknya pengeluaran. Satu hal yang kami, terutama saya yakini, ketika Allah meridhoi dan memberikan keputusannya semuanya akan terasa mudah walaupun terkadang diluar nalar manusia. Masya Allah.

Hikmah yang dapat diambil dari pengalaman hidup saya, ketika kita bingung dan sudah merasa dititik terlemah dan sudah sekuat tenaga berusaha, kembali kepada Allah, berserah diri, memohon ampun, petunjuk dan pertolongan karena memang ialah satu-satu Dzat yang bisa kita harapkan. Ia akan memberikan kita jalan keluar dengan berbagai cara. Insya Allah.

Untuk temen-temen yang masih “single” berbahagialah, karena masih banyak waktu untuk memantaskan diri menjadi calon bidadari untuk suamimu nanti, untuk temen-temen yang berpacaran, ayo dipilih sudahi atau nikahi, hehe saya juga pernah tau rasanya walaupun gegara keinginan menikah yang tertunda (ngeles), aseli kebanyakan gak enak dan gak tenangnya, ada sesuatu yang mengganjal di hati, mendingan cepet-cepet tentukan pilihannya, karena pasti ada jalannya untuk kedua pilihan yang ditempuh.

Semoga tulisan ini bermanfaat, yang baik-baik bisa diikuti dan yang buruk mohon doanya agar saya diampuni oleh Allah. Insya Allah selanjutnya saya akan mengupas tuntas gimana caranya mengadakan akad dan resepsi yang low budget tapi gak begitu malu-maluin lah, hehe. See you another article 😀

Doakan saya istiqomah dalam menulis yaa, Wassalamu’alaykum wr.wb

Diposkan pada Catatan Hati, You and I

Hari Bahagiaku ❤️

Assalamualaikum semua 😊

Ternyata sudah lama ya, aku tidak menulis lagi, hehe. Aku belum menulis lagi disini, karena ada beberapa hal penting dalam hidup yang telah kulewati.

Pertama, aku telah resmi menjadi seorang istri, alhamdulillah. Kedua, aku telah menjadi sarjana, tinggal ceremonial wisudanya saja yang harus aku jalani 😊.

Tepat 30 April 2016 lalu, aku telah memenuhi separuh agamaku, aku menikah dengan laki-laki pilihanku, dan aku menjadi perempuan pilihannya. Alhamdulillah. Kami telah mengenal baik satu sama lain, karena kami adalah schoolmate,  yap dia adalah teman kuliahku, teman sekelasku, teman organisasiku, teman mainku, dan teman petualangku, dan sekarang dia resmi menjadi teman hidupku. Alhamdulillah.

Rasa syukur ini tak henti-henti aku panjatkan disetiap doaku, aku bersyukur bukan karena pesta pernikahan yang mewah, bukan karena kami tak pernah bertengkar, bukan karena kami dapat mendahului yang teman-teman yang lain dalam pernikahan, namun aku bersyukur menjadi lebih baik dari sebelumnya, aku bersyukur telah memenuhi separuh agamaku, aku bersyukur karena dosa yang telah kubuat baik yang disadari ataupun yang tidak disadari saat aku bertemu dan berinteraksi dengannya, sekarang telah menjadi pahala bagi kami,aku bersyukur kami sedang memperbaiki hidup kami, mencoba menjadi hamba yang lebih bertaqwa, karena kami tidak hanya ingin menjadi pasangan bahagia didunia namun juga diakhirat kelak, aamiin. 
Pernikahan ini tak dapat kuduga sebelumnya, sesuatu yang kami anggap mustahil karena kami masih di bangku kuliah dan belum menyelesaikan skripsi, ternyata Allah mudahkan, Allah ridhoi, dan Allah berikan jalan yang terbaik untuk kami. Karena semua yang direncanakan karena Allah, maka Allah pun akan mempermudah dan sangat mudah bagi diriNya. Masya Allah. 

Terima Kasih ya Allah, atas segala nikmat dan karuniaMu, aku telah menemukan pemilik tulang rusukku, dan aku telah menemukan teman hidupku. Jadikanlah kami pasangan yang sakinah, mawaddah wa rohmah, persatukan kami di dunia dan akhiratMu. Berikanlah kami keturunan yang sholeh dan sholehah. Berikanlah kami keberkahan atas rizki ya Engkau berikan. Allahu yusahhil. Aamiin Allahumma Aamiin.

With Love,

Ardina Ulya Ismadi Binti Joko Ismadi yang telah sah dengan Fajri Azhari 😊❤️

Semangat Terbarukan

Alhamdulillah hari ini, mendapat suntikan energi yang luar biasa dari penulis Alumni Gontor, Ahmad Fuadi, beliau begitu inspiratif dalam memberikan tulisan, wawasan dan tips tips untuk menjadi penulis. Pengalaman dan ilmu yang ia dapati tidak dipendam begitu saja melainkan menjadi sesuatu hal yang bermanfaat yang dapat diubah sebagai tulisan. dan dari tulisan pun hal itu dapat berubah menjadi lebih hal yang lebih mengagumkan, seperti film, komik, lagu dan lain sebagainya.

aku bersyukur berada di lingkungan orang -orang yang termotivasi untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. menjadi manusia yang bermanfaat untuk sesama, memberikan inspirasi yang positif bagi anak-anak bangsa.

Memiliki impian dan cita-cita yang mulia merupakan hal luar biasa yang dimiliki setiap orang. katanya memiliki impian berarti kita hidup, salah satunya adalah aku. Memiliki cita-cita yang tinggi memanglah membahagiakan namun tidak semua orang mendukung akan hal itu, dan kebanyakan dari mereka tidak melihat proses yang tengah di lakukan namun menunggu hasil yang katanya selalu diimpi-impikan.

Semoga hari ini menjadi titik awal terbarukan, semangat terpicu kembali yang dulunya redam redup, mulai sedikit-sedikit tercerahkan dan kembali lagi ke tujuan awal diriku menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama, hidup sejahtera dan beramal jariyah sampai akhir hayat nanti. aamiin ya rabbal-aalamiin.

 

 

Diposkan pada Catatan Hati

Menghadirkan Kembali Semangat Yang Telah Pudar

Assalamualaikum semua 🙂

Kau tahu kawan hal apa yang paling membahagiakan didunia ini? menurutku salah satunya ialah ketika diri ini semangat untuk melakukan perubahan yang lebih baik dan segala aspek negatif dapat ditepis dengan mudahnya. Hari ini tepat dengan kejadian jatuhnya aku dan rekan hatiku dari sepeda motornya, seorang dosen favoritku mengajakku melakukan hal yang besar. Ia menunjukku sebagai timnya untuk membuat buku yang bersangkutan dengan ilmu yang kami minati, yaitu di bidang gizi. Subhanallah betapa senangnya aku, senangnya akan pengalaman yang akan ku dapatkan ketika menulis dan hasil yang akan kutuai setelah menulis. Aku akan menjadikan “menulis” sebagai hobi dan penghubung untuk kata hati yang aku rasakan. Tulisan itu akan ku rangkai menjadi buku yang akan menjadi saksi sejarah kehidupan yang akan ku tempuh nantinya. Tak sabar rasanya ingin memberitahukan kebahagiaan ini kepada orang-orang tercinta, rasanya seperti malaikat yang memberikan kabar gembira. Ahh tapi aku tidak sesempurna itu.

Saat ini aku sedang berjuang untuk menyusun skripsiku, salah satu pintu kelulusan itu ada di skripsi yang akan ku susun. Rangkaian demi rangkaian akan ku untai sepenuh hati, demi menggapai cita-cita dan masa depan lain yang akan ku jalani setelah itu. Ya Allaah rasanya sudah tidak sabar lagi menunggu waktu itu. Waktu dimana seluruh tepuk tangan menyertai keberhasilanku, entah apapun itu. Ya Allah permudahkanlah, aku tak ingin berlarut-larut dalam keadaan tak pasti dan genting ini. Aku ingin terus bersyukur dan memuji-Mu dengan nikmat dan anugerah yang Engkau berikan kepadaku. Mudahkanlah yaa Rabb 🙂

Diposkan pada Profilku

Tentang Aku, menurut Mar’ah Nida Kholawati (Putri Pimpinan Gontor)

ARDHINA ULYA ISMADIE, sebuah nama yang menggetarkan hati, “ARDHINAA” yang artinya “RIDHOILAH KAMI”, “ULYA” yang artinya “TEMPAT YANG TINGGI”, namamu adalah doa yang menunjukkan bahwasannya dirimu akan menduduki tempat yang tinggi dan paling diridhoi oleh Allah swt. nama yang unik, maka jangan sampai kau menjadi orang yang paling bawah, gambar langit yang ada di “COVER PHOTO” itu jelas sekali melukiskan kehidupanmu yang selalu berada di atas, di tempat yang paling mulia, di sisi Allah swt. maka janganlah biarkan kau terjatuh sedikitpun, kesempurnaan namamu adalah berkah, anugerah, nikmat, karunia, kita ditempatkan di medan kita masing masing, bukan tanpa halangan, bukan tanpa maksiat yang kita hadapi, tapi ketahuilah, semakin kita kuat, tetap, teguh menegakkan syariat Allah, berdiri di atas (‘ulya) dan untuk semua golongan, “Ardhienaa yaa Rabb, Ardhienaa ya Rabb, Ardhienaa ya Rabb”, kutunggu kesuksesan kita di jalan kita masing masing, kabar dari arah yang tidak disangka – sangka, jangan sampai terkontaminasi dengan hal-hal buruk di luar sana, tangkap yang baik, simpan, perjuangkan, ketika dari kecil kita ditutup oleh HIJAB YANG SEMPURNA, maka jangan lepaskan hijab itu, itu adalah “MAHKOTA” bagi sang “ULYA”, dimanapun kita berada, sampai matipun, let’s keep this relationship eternally, pain, happiness, sadness which we have felt together is the main part that is important in the life, terlahir sebagai pejuang, maka matipun juga sebagai pejuang, terlahir sebagai penegak agama Allah dan berada di atas, maka matipun jangan sampai jatuh ke dalam jurang kenistaan, Allah menjagamu, Allah menjagamu, Allah menjagamu, maka jagalah agamaNya, saling mendoakan, saling memberkahi, ujian dan cobaan berat yang berbentuk “amanah” seringkali membuat kita lalai dan lengah, “THIS IS THE WAY I GIVE YOU AND KEEP YOU AS MY ETERNAL FRIEND WITH OTHER FRIENDS IN OUR STRUGGLING AREA”

Dituliskan oleh Sahabatku yang sedang menempuh pendidikan di Negeri Timur sana, dengan kegigihan, perjuangan serta keyakinan yang ia miliki, ia mampu meniti cita-cita yang didambakan dan diinginkan.

Sahabat yang selalu menghibur dengan keanehan yang ia miliki, namun cantik, cerdas, dan memiliki bakat yang dapat membuat kagum orang-orang disekitarnya.

Aku merindukannya, merindukan saat-saat dapat bercanda dan bercerita dengannya.

“Mar’ah Nidaa Kholawaaty” nama yang unik dan indah, Ya Allah pertemukan kami, disaat kesuksesan itu datang menghampiri kami, dengan perjuangan dan semangat ukhuwah yang selalu terkobar dalam diri ya Rabb. Aamiin. Allahumma Aamiin.

Diposkan pada Akademik

Aku dan Mimpiku ^^

Assalamualaikum..

Minggu minggu gini ada aja yang bikin males, padahal laporan udah menunggu ni, hehe

Alhamdulillah, Judul tulisan ini bikin semangat lagi, pengen cepet selesai dari pbl, terus langsung lanjut ke skripsi dan satu-persatu mimpiku akan ku wujudkan..

Jujur saja, aku hanya seorang wanita dari keluarga sederhana, 7 tahun yang lalu seseorang yang kami cintai, meninggalkan kami dari dunia ini, abiku tercinta. Beliau adalah tulang punggung kami, beliau lah yang menjadi tombak dalam kehidupan kami, semenjak beliau pergi kami kehilangan arah dan goyah. Namun aku tahu umi ku selalu mengusahakan yang terbaik untuk keluarga yang sudah tidak sempurna  ini. Walaupun keluargaku seperti ini aku tidak pernah menepis mimpi-mimpiku yang sudah melayang tinggi di angan dan benakku.

Aku mempunyai mimpi yang tinggi dan sangat banyak untuk diwujudkan, seperti mimpiku, pendidikan yang ingin ku tempuh pun hingga setinggi-tingginya agar aku bisa memberikan yang terbaik untuk buah hatiku nanti.

Aku telah menyelesaikan sekolah ku di salah satu boarding school di Jawa Timur, sekolah dikenal dengan nama Pondok Madani, Kampung Nan Damai, pasti diantara semua umat muslim di dunia ini ada yang tahu nama sekolahku. Aku meneruskan pendidikan tingkat tinggi di salah satu universitas swasta di Jakarta, tepatnya di pinggiran Jakarta Selatan, yaitu Tangerang Selatan. Bukan dengan hal mudah untuk menjabat sebagai mahasiswa, aku berusaha bagaimana aku bisa melanjutkan sekolahku tanpa membebani umiku, karena umi sudah berjuang sendiri untuk menyekolahkanku dan 2 orang adikku lainnya yang masih duduk dibangku sekolah. Alhamdulillah dengan semangat dan tekad yang kuat aku bisa melanjutkan kuliah dengan beasiswa yang diberikan oleh kampus.

Penghargaan ini tak ingin ku tutup sampai disini, aku ingin melanjutkan sekolahku ke jenjang yang lebih tinggi diluar negeri dengan beasiswa pula, aku ingin sekali dan “harus” mewujudkan mimpi ku yang satu ini, karena dengan sekolah S2 diluar negeri merupakan pintu untuk membuka pintu-pintu masa depan lain yang lebih baik. Belum lagi mimpiku untuk berkeliling keluar negeri, aku ingin mengelilingi 5 benua yang ada di dunia ini dan seluruh pulau yang ada di Indonesia. Aku ingin sekali mengajak umi dan adik-adikku ke negara dengan musim yang paling indah di dunia ini. Aku ingin mengajak suamiku nanti untuk berkeliling dunia bersamanya. Aku ingin mengahabiskan waktu untuk membahagiakan orang-orang yang aku sayangi dengan semua perjuangan yang aku lakukan.

Aku ingin memiliki keluarga kecil yang bahagia, dengan kehidupan sederhana namun memiliki intelektual dan spiritual yang tinggi. Tinggal di sebuah hunian yang nyaman dan dipenuhi oleh rasa cinta dari penghuninya.

Aku ingin mempunyai usaha sendiri yang dapat aku kembangkan dan bermanfaat untuk kesehatan masyarakat di sekitar ku dan aku berharap agar dapat menyebar luas hingga keseluruh bumi Indonesia dan bumi yang diluarnya.

Setelah selesai S2 nanti, aku ingin bekerja dengan tingkat manfaat yang tinggi, intelektual yang tinggi dan bisa menjadi amal jariyah untukku.

Aku ingin menjadi wanita dan istri yang sholehah, aku ingin sekali merasakan kenikmatan dunia sambil berjuang untuk mendapatkan kenikmatan akhiratku.

Aku ingin menjadi ibu teladan bagi anak-anakku dan dapat menjadikannya orang-orang yang bermanfaat.

Ya Allah jadikanlah aku orang yang bertaqwa disisiMu, agar aku dapat menjalankan semua tugas dan mimpiku didunia dengan Ridho dan bimbingan Mu. Aamiin.

Kutitipkan salam rindu ini untuk orang-orang yang aku sayangi, di malam syahdu, langit Desa Kamasan, Kabupaten Serang 🙂

Diposkan pada Traveling

Banyak Cerita Disini…

Halo semua, assalamualaikum..

Sebelumnya aku pernah menulis tentang 35 hari mencari berkah, ternyata alhamdulillah banyak sekali cerita disini, baik suka maupun duka..

Kami mempunyai beberapa kegiatan yang dilaksanakan bersama masyarakat setempat, sehari-harinya kami persiapkan segala kegiatan dengan sebaik mungkin sebisa kami dan membersihkan rumah sebelum berangkat. Karena kendaraan yang kami punya hanya 1 motor, hampir setiap hari kami menjuluki diri kami “cabe-cabean” haha alias orang-orang yang suka gonceng bertiga.

Kami punya cerita tentang rasanya di tolak masyarakat untuk dikasi brosur tentang kegiatan posyandu, kami dikira sales atau rentenir yang sedang menagih hutang, ada juga yang menjawab tapi bilangnya tidak ada orang, haha lucu sekali. Ketahuan sekali malasnya. Ada juga yang salah kaprah, dikira perempuan ternyata laki-lak. Belum lagi ibu-ibu pengajian yang tidak bisa berbicara bahasa Indonesia, kami hanya bingung dan menanyakan dengan ibu kader setempat.

Belum lagi kejadian teman kami yang mengalami syok berat dan tidak menyadari apa-apa, lucu dan terharu dibuatnya. Perangkat masyarakat dan desa yang banyak membantu.

Dan kegiatanku mungkin tinggal seminggu lagi, akankah ini berjalan dengan sempuna atau akan berjalan seperti biasa..???

(to be continue…)

Quote of Life

“I do not know where  it will be later, but I know I will stil will continue to try to be in the position I want to be.” ~morning think~ (August 31, 2013)

“Health is not everything, but without health, everything is nothing.” (Schopenhauer, 1788-1860, German philosopher)

“Untuk kamu (sekelompok) yang masih bersabar dan tetap optimis memperjuangkan keinginan dan keyakinannya dengan selalu rendah hati dan tetap berjiwa besar (walaupun sedang terpuruk), sampai datang waktu kemenangan yang sudah dijanjikan oleh Allah SWT.” ~Indonesia tercinta~ (September 26, 2013)

“Ketika ketegasan membangun kejelasan disaat waktu yang tidak tepat untuk keraguan yang selalu muncul.” ~morning on Monday~ (September 30, 2013)

“Rintihan dengan keluh kesah menghadapi kenyataan hidup yang tidak sesuai harapan, ketidaksesuaian cara hidup dengan yang dihadapkan membuat pemahaman akan tanda-tanda kekuasaan-Mu. Pencarian jalan untuk keabadian pada harapan yang tidak pernah putus.” ~and the struggle is continuous~ (October 3, 2013)

“Ambil sikap, tentukan arah! Percaya yang terbaik akan datang saat semuanya berpikir rendah di mata-Nya. Ketulusan hati dalam membawa keikhlasan saat semuanya harus terjadi (di saat merasa baik dengannya, belum tentu baik di mata-Nya. Sebaliknya juga begitu). Penyesalan adalah normal, karena untuk menjadi yang lebih baik merupakan proses dari ketentuan-Nya yang dijalani sesuai dengan kemampuan masing-masing.” ~logika dan nurani~ (October 8, 2013)

“Kebebasan memilih untuk pencapaian maksimal dalam tujuan hidup yang dikelilingi tanda tanya dan hanya bisa diselesaikan dalam kesunyian kedekatan pada-Nya.” ~keinginan hati~ (October 10, 2013)

Yang ingin ku wujudkan, “ketika kata-kata sudah tidak berlaku lagi, hanya ada satu pilihan yang mengharuskan berpikir untuk mengambil keputusan cepat dan tetap berada disana untuk segala konsekuensi yang datang.” ~self attitude or team work~ (October 19, 2013)

By Fajri Azhari